Buat Aplikasi Pengarsipan Surat Bagi Kantor Desa, Terobosan Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Tim Dosen JTI Polinema

Malang – Seiring perkembangan teknologi, kearsipan surat saat ini harus juga disimpan secara daring untuk mencegah kehilangan bukti asli. Terutama di kala pandemi, pengurusan surat dan pengarsipan dokumen merupakan kebutuhan tiap kantor desa. Pada Kantor Desa Karang Duren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, pemerintah desa masih menggunakan pengarsipan secara manual. Saat ini, mereka belum memiliki sistem ataupun aplikasi untuk menyimpan dokumen-dokumen penting.

Dengan adanya permasalahan ini, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari dosen JTI Polinema yang diketuai oleh Bapak Yuri Ariyanto, S.Kom., M.Kom dan beranggotakan Dwi Puspitasari, S.Kom., M.Kom, Atiqah Nurul Asri, S.Pd., M.Pd, Faiz Ushbah Mubarok, S.Pd., M.Pd., dan Yoppy Yunhasnawa S.ST., M.Sc bekerja sama dengan pemerintah desa Karang Duren untuk mengembangkan aplikasi terkait pengarsipan dokumen dan surat desa. 

Dari aplikasi ini, prototipe yang dibuat yaitu terkait repositori persuratan.  Aplikasi ini berfungsi sebagai penyimpanan data persuratan desa. “Jadi setelah surat dinas diterbitkan oleh desa, arsipnya difoto nanti dimasukkan pada aplikasi. Sehingga ke depannya, jika ada warga yang minta legalisir, atau mencari arsip surat tersebut bisa dengan mudah ditemukan.” ucap Bapak Yuri Ariyanto selaku ketua tim PkM.

Lebih lanjut, aplikasi ini juga berfungsi untuk memudahkan perangkat desa dalam membuat surat. Template dari surat awal sudah tersedia, sehingga pengguna dapat otomatis membuat surat baru dan dapat mempersingkat waktu. Dalam aplikasi ini, perangkat desa juga dapat mengelompokkan kategori berdasarkan nomer surat, perihal, kategori, judul dan tambahan informasi lainnya.

Selain pembuatan aplikasi, tim dosen JTI Polinema juga mengidentifikasi masalah lain yang perlu ditingkatkan dalam kantor desa Karang Duren. Pihak pemerintah desa mengakui jika mereka memiliki problem pada jaringan wireless di sekitar lingkungan kantor. Tim dosen akhirnya menawarkan solusi implementasi jaringan internet wireless bagi masyarakat sekitar kantor desa. “Kami menyediakan tambahan access point untuk memperluas jangkauan internet, kantor desa sudah ada internet tetapi belum menjangkau ruangan belakang.” tutup Bapak Yuri. (FUM)

 

 


Pelatihan Pemanfaatan Teknologi untuk Memantau Tumbuh Kembang Balita oleh Tim PKM JTI Polinema

 

Posyandu Rajawali merupakan salah satu kegiatan Kesehatan yang dilaksanakan oleh warga RW 06 Desa Tamanharjo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Posyandu ini   dengan dibantu tenaga kesehatan memantau tumbuh kembang balita di wilayah tersebut. Kegiatan pelayanan yang dilakukan di Posyandu setiap bulannya adalah penimbangan badan balita, imunisasi dan penyuluhan bagi orang tua balita. Fungsi kegiatan ini adalah untuk memantau pertumbuhan dan mendeteksi sedini mungkin apabila terjadi masalah pada pertumbuhan anak. 

Perkembangan anak di usia dini memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan seorang individu. Pada masa emas, pemantauan perkembangan balita secara teratur menjadi hal yang sangat penting untuk mendeteksi apakah terdapat penyimpangan dalam tumbuh kembang balita tersebut. Terdapat berbagai metode stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang balita telah dikembangkan oleh para ahli. Namun, Informasi tersebut belum banyak diketahui oleh para orang tua balita.

Seiring perkembangan teknologi informasi para orang tua tentunya membutuhkan solusi yang mudah, praktis, dan efisien untuk memantau perkembangan dan kesehatan balita. Penggunaan aplikasi mobile dapat digunakan sebagai solusi untuk orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah memprakarsai sebuah aplikasi digital yang dapat digunakan oleh para orang tua agar dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya melalui smartphone yang dimiliknya.

 

Hal ini mendorong Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Jurusan Teknologi Informasi untuk mengenalkan dan melatih orang tua di Posyandu Rajawali untuk menggunakan aplikasi digital sebagai sarana pemantauan tumbuh kembang dan Kesehatan balita. Dwi Puspitasari, S.Kom., M.Kom. selaku ketua tim bersama Mamluatul Hani’ah, S.Kom., M.Kom, Candra Bella Vista, S.Kom., M.T, Ika Kusumaning Putri, S.Kom., M.T., M.Sc., Wilda Imama Sabilla, S.Kom., M.Kom dan beberapa mahasiswa berharap Aplikasi PrimaKu dapat mempermudah orang tua di Posyandu Rajawali dalam memantau tumbuh kembang anak sejak dini secara berkala dan berkelanjutan.

Pada hari Sabtu, 22 Agustus 2020, tim Pengabdian Kepada Masyarakat mengadakan workshop pemanfaatan teknologi bagi orang tua balita dan kader di Posyandu Rajawali. Kegiatan ini diawali dengan pembekalan pengetahuan mengenai standar perkembangan balita. Langkah ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan keinginan orang tua balita untuk peduli dengan tumbuh kembang putra putri mereka. Acara dilanjutkan dengan pelatihan penggunan aplikasi pada smatphone. Pelatihan dilakukan mulai dari pengenalan aplikasi, cara registrasi dan bagaimana menggunakan aplikasi tersebut untuk memantau pertumbuhan, perkembangan dan Kesehatan balita. Workshop dilakukan secara daring mengingat himbauan pemerintah terkait physical distancing di masa pandemi COVID-19 ini.

 


Kembali Gandeng Ibu-Ibu Rumah Tangga di Pakisaji, Tim PkM Kemitraan JTI Polinema Memperkenalkan SAKTIPOL

MALANG – Kelompok PKM Kemitraan Jurusan Teknologi Informasi yang dikomandoi Mungki Astiningrum S.T, M.Kom yang beranggotakan Yuri Ariyanto, S.Kom, M.Kom, Dwi Puspitasari S.Kom, M.Kom, Atiqah Nurul S.Pd, M.Pd, dan Moch. Zawaruddin Abdullah, S.ST., M.Kom pada tahun ini kembali menggandeng kelompok usaha batik tulis Ron Tuwuh dan kelompok usaha bordir Prohandji Bordir. Kedua kelompok usaha ini merupakan kelompok usaha yang dianggotai ibu-ibu rumah tangga di Desa Pakisaji Kabupaten Malang.

Alasan kelompok usaha yang diketuai ibu Widji Walujati, S.T., MM ini dibentuk adalah untuk memberikan lapangan pekerjaan kepada ibu-ibu tersebut dan ternyata mendapatkan respon cukup baik dari masyarakat. Usaha yang bertempat di ruang serbaguna Balai Desa Pakisaji ini seringkali mendapatkan pesanan batik dari kantor-kantor dinas di kabupaten Malang. Karena minimnya sarana dan prasarana yang ada dan skill batik yang dimiliki (karena proses pembuatan batik dipelajari secara otodidak), maka pada tahun lalu dengan tim PKM Kemitraan yang sama mengadakan pelatihan pembuatan batik sekaligus memberikan bantuan perlengkapan pembuatan batik. Selain itu, untuk mempermudah desain batik, juga diadakan pelatihan mendesain batik dengan menggunakan aplikasi desain yang dibangun oleh mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi. Hasilnya, desain-desain batik yang dibuat menjadi lebih menarik dan produksi kain batik menjadi lebih efisien dan efektif.

Tahun ini, tim PKM Kemitraan yang sama kembali mengenalkan Sistem Informasi Akuntansi yang diberi nama SakTIPol (Sistem Akuntasi Jurusan Teknologi Informasi Polinema). Setelah produksi batiknya meningkat, kelompok tersebut memnutuhkan sistem pengelolaan data keuangan karena selama ini catatan keuangan masih dilakukan secara manual dengan menggunakan Microsoft Excel. Diharapkan dengan sistem yang dirancang oleh Moch. Zawaruddin Abdullah, S.ST., M.Kom ini, pengelolaan keuangan untuk merekam catatan keluar masuknya keuangan kelompok usaha tersebut menjadi jauh lebih baik. Selain itu, untuk mendukung operasional aplikasi tersebut, juga diberikan bantuan seperangkat komputer beserta printer. Adapun pelatihan diselenggarakan di Ruang Serba Guna Desa Pakisaji dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Sebagai bukti tim PKM ini juga perduli akan protokol kesehatan, tim ini juga memberikan bantuan berupa seperangkat alat pencuci tangan yang diberikan pada saat pelatihan berlangsung (ATQ).