Abdul, Mahasiswa JTI Polinema Raih IISMAVO 2022 Awardee di Yuan Ze University Taiwan

Friday, 9 December 2022 - 20:06 Oleh Ferdy Febrianto

Malang – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah menyelenggarakan program IISMAVO (Indonesian International Student Mobility Awards for Vocational Student) Tahun 2022. IISMAVO adalah program beasiswa kuliah diluar negeri selama 1 semester yang diperuntukkan bagi mahasiswa Vokasi diseluruh Indonesia. IISMAVO menjadi menarik karena ada muatan magang industri dalam sistem perkuliahannya. Mahasiswa yang berhasil mendapatkan beasiswa IISMAVO akan dikirimkan keberbagai penjuru dunia, utamanya ke kampus-kampus unggulan di Eropa, Asia, Amerika, dan Australia. Mahasiswa tidak saja mendapatkan materi perkuliahan dikelas, namun juga mendapatkan pengalaman magang pada perusahaan perusahaan top dunia yang menjadi mitra kampus tujuan.

Dalam perkembangannya, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Malang berhasil meloloskan 3 mahasiswa terbaiknya pada program IISMAVO 2022. Salah satunya mahasiswa bernama Abdul Rohman (Teknik Informatika – 2019) yang merupakan mahasiswa kelas Internasional. Dia mendapatkan beasiswa ke kampus Yuan Ze University Taiwan. Tergambar raut bahagia dan rasa syukur awardee yang akhirnya dapat menuju negara dengan sebutan “Pulau yang Indah” ini.

“Banyak pengalaman menarik dan pelajaran berharga yang saya peroleh ketika mengikuti program IISMAVO ini, terutama bagaimana program ini membuka wawasan saya dan menyajikan pengalaman hidup sendiri di negara lain yang baru dan menantang” ujar Abdul.

Dia menyebutkan ada beberapa mata kuliah linear yang diambil seperti Web Programming, Networking, Embedded System dan mata kuliah lainnya, namun dia juga mengambil mata kuliah umum lainnya yang menurutnya menarik terutama Mandarin Class.

Yuan Ze University memiliki banyak Internasional Student dari seluruh dunia (dari Korea, Jepang, Prancis, Jerman, dan lain-lain) ada sekitar 600 lebih Internasional Student sehingga banyak Program yang menggunakan English sebagai bahasa utamanya.

Mahasiswa yang sering disapa Abdul ini mengungkapkan ada banyak culture shock yang dia alami disini. Beberapa diantaranya adalah bagaimana kebebasan benar benar ditegakkan disini, tidak ada batasan apapun atas apa yang akan dilakukan (lebih menekankan pada self-awareness). Culture shock lainnya tentunya adalah language barrier yang ada kadang membuatnya kesulitan. Namun dapat diatasi dengan mempelajari bahasa Mandarin, karena itu merupakan bahasa utama di Taiwan. Lalu selalu memegang teguh pendirian, selalu ingat apa yang menjadi tujuan, dan apa yang harus dicapai agar tidak terlena dengan kebebasan yang diberikan disini.

Abdul menyampaikan pendapatnya tentang perbedaan belajar di Indonesia dan Taiwan. “Kembali lagi pada seberapa besar tingkat kebebasan belajar. Walaupun disini kami dapat memilih untuk belajar dengan cara apapun dan bagaimanapun, Orang-orang Taiwan benar-benar dapat memaksimalkan waktu mereka masing-masing untuk hal yang benar-benar mereka suka dan mereka butuhkan (hal ini terjadi karena besarnya self-awareness yang mereka miliki, berbeda dengan di Indonesia dimana kita masih perlu dituntut dengan tugas dan semacamnya agar benar-benar belajar)”.

“Banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan selama program ini, dan yang paling berkesan menurut saya adalah bagaimana program ini menjadikan saya individu yang berwawasan internasional dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada. IISMAVO memberikan saya kesempatan untuk dapat menempuh pendidikan di luar negeri yang mana merupakan salah satu impian terbesar saya dari dulu”, kesannya.

Tips dari Abdul adalah dengan mempersiapkan diri mulai dari sekarang. Persiapan yang matang akan benar-benar membantu untuk lolos seleksi IISMAVO, dan jangan lupa untuk memperbanyak berdoa.

“Selain ilmu dan pengalaman berharga, kita juga dapat memperbanyak network kita dengan banyak orang dari berbagai negara. Dan tentunya dengan gratis dan digaji hahahaha”, ungkap Abdul dengan rasa bahagia.

Abdul Rohman menyampaikan pesan kepada mahasiswa JTI Polinema jika nanti ada beasiswa yang akan mendatang. “Segera persiapkan dirimu, jangan takut untuk mencoba. Ingat kesempatan tidak datang dua kali!!!”.

 

(FF/FUM)

Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi BNSP DIPA tahun 2019 untuk Mahasiswa Jurusan TI

Thursday, 29 August 2019 - 17:48 Oleh Yoppy Yunhasnawa

Tahun ini TUK JTI bekerjasama dengan LSP-P1 Polinema kembali mengadakan program sertifikas kompetensi untuk mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika (PSMI) angkatan masuk 2017 & Teknik Informatika (PSTI) angkatan masuk 2016. Kuota yang diberikan untuk JTI adalah sebanyak 172 mahasiswa untuk PSMI dan 108 mahasiswa untuk PSTI.

Pada tahun ini skema yang diujikan masih sama seperti tahun 2018 yang lalu yaitu:

  • Pemrograman untuk mahasiswa PSMI
  • Pemrograman Mobile untuk mahasiswa PSTI

Seluruh mahasiswa yang terpilih menjadi peserta, wajib mengikuti sertifikasi ini.

Demi kelancaran penyelenggaraan program tersebut, harap memperhatikan dokumen-dokumen berikut:

[PENTING!] Dan bagi seluruh peserta harap segera mengisi formulir pendaftaran berikut:

Pantau laman berita ini untuk mengetahui jika ada informasi/perubahan sewaktu-waktu.

Jadwal Perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2019/2020

Wednesday, 21 August 2019 - 17:31 Oleh admin web

Diumumkan kepada seluruh mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi, jadwal perkuliahan semester Ganjil TA. 2019/2020 bisa diunduh melalui link berikut. Semoga perkuliahan semester ini mendapatkan ilmu dan hasil yang maksimal. Semangat 🙂

PSS (Pelaksanaan Sertifikasi Sektor) thn. 2018 untuk Mahasiswa Jurusan TI

Wednesday, 11 July 2018 - 7:40 Oleh admin web

PSS merupakan program hibah dari BNSP untuk melakukan sertifikasi kompetensi terhadap mahasiswa. Dan pada tahun 2018 ini, Polinema melalui LSP P1 Polinema, mendapatkan program tersebut dan sebagai tindak lanjutnya wajib melakukan sertifikasi terhadap mahasiswa Polinema. Berkenaan dengan hal tersebut, jurusan TI mendapatkan kuota mahasiswa sejumlah 340 orang untuk diikutkan program PSS tersebut.