Bekali Mahasiswa Akhir Softskills, JTI Menyelenggarakan Webinar “Tantangan dan Tips Berkarir di Bidang Informasi”

Tuesday, 8 December 2020 - 10:37 Oleh Faiz Ushbah Mubarok

MALANG – Demi memenuhi lulusan yang siap kerja, Jurusan Teknologi Informasi Polinema tidak hanya menyiapkan kemampuan hard skills mahasiswa  dalam perkuliahan. Selain kemampuan tersebut, penggunaan soft skills juga amat penting dalam pembekalan para calon lulusan di masa depan. Pada bulan Oktober 2020, JTI Polinema melaksanakan webinar berjudul “Tantangan dan Tips Berkarir di Bidang Teknologi Informasi” bagi seluruh mahasiswa semester akhir program studi D3 Manajemen Informatika dan D4 Teknik Informatika. Acara ini didukung oleh dua pemateri yang ahli di bidang Human Resources yaitu Bapak Wily Ariwiguna dari Stevland Bridge dan juga Bapak Faza Falkar Cordova dari PT. Telkom Indonesia.

Acara dibuka tepat pada jam 08.00 WIB oleh Ibu Rokhimatul Wakhidah sebagai MC yang juga menjabat sebagai dosen JTI Polinema. Selanjutnya, Sekretaris Jurusan, Bapak Rosa Andrie Asmara yang memberi sambutan terkait pentingnya soft skills yang dibutuhkan di dunia karir. Beliau juga menyampaikan jika materi yang disampaikan di webinar ini amatlah penting karena pekerjaan yang akan dihadapi mahasiswa tidak hanya membutuhkan kemampuan IT saja, namun sikap, perilaku, dan berkomunikasi dengan rekan kerja. Lebih jauh, beliau meminta mahasiswa untuk mulai meningkatkan kemampuan softskills sejak dini dengan mengikuti organisasi dan membangun hubungan dengan mahasiswa lain.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemateri pertama, yaitu Bapak Wily Ariwiguna yang dimoderatori oleh Bapak Faiz Ushbah Mubarok sebagai dosen bahasa Inggris JTI. Bapak Wily menjelaskan terkait karir yang berarti “perjalanan” metaforis individu melalui pembelajaran, pekerjaan, dan aspek kehidupan lainnya. Banyak mahasiswa yang belum mengetahui jika karir dimulai saat kuliah dan terlambat sadar sehingga banyak yang tidak siap menghadapinya. Dalam karir, terdapat portofolio karir yang digunakan untuk merencanakan, mengatur, dan mendokumentasikan pendidikan, contoh pekerjaan, dan keterampilan. Orang-orang menggunakan portofolio karier untuk melamar pekerjaan, melamar ke perguruan tinggi atau program pelatihan. Portofolio karir berfungsi sebagai bukti keterampilan, kemampuan, dan potensi seseorang di masa depan.

Lebih lanjut, Pak Wily juga berpesan pada mahasiswa tingkat akhir jika perusahaan tidak hanya melihat kompetensi tapi juga tujuan hidup dan value. Beliau juga meyakinkan para peserta jika mereka adalah yang paling tahu akan persona diri masing-masing dan bisa dikemas dengan citra sesuai dengan apa yang kita miliki dan mengkomunikasikannya pada perusahaan. “Sebelum lulus atau mulai masuk bekerja, alangkah baiknya jika kita bisa membentuk persona diri/kemasan kita” ujarnya. Terakhir, beliau mengemukakan tentang karakter, pengetahuan, dan keahlian yang dapat dibangun demi mengejar cita-cita setiap orang.

Berlanjut pada acara kedua, Bapak Yoppy Yunhasnawa bertindak sebagai moderator dari pemateri Bapak Faza Falkar dari Telkom Indonesia. Pak Faza memberi kuliah tentang “Being Professional in the workplace”, mengenai menjadi profesional di dunia kerja Teknologi Informasi. Beliau membuka materi dengan slogan “Untuk dapat bertahan, harus mampu beradaptasi.” Sama halnya dengan di dunia kerja, penting untuk membangun hubungan yang baik dengan rekan kerja, sehingga bisa bekerja secara sinergi. “Ada pemahaman tertentu dan pencapaian standar kompetensi yang ada pada perusahaan, di Telkom kami punya Technical, Professional, dan Leadership Competencies yang harus dipahami setiap pekerja” ucapnya.

Lebih jauh lagi, beliau menekankan pada sikap sopan, menghormati, dan bijaksana karena dalam perusahaan terdapat berbagai macam orang dengan latar belakang, sifat, dan usia yang berbeda. Pak Faza juga menyampaikan pentingnya Critical Thinking dan Causatic Reasoning dalam bekerja agar tidak segera menyesuaikan pada asumsi orang lain tanpa melihat data. Poin selanjutnya yaitu terkait pentingnya mengambil keputusan. “Keputusan yang jelek terkadang lebih tepat daripada tidak ada keputusan. Jika keputusan bermasalah, pastikan menyelesaikan permasalahan utamanya, jangan hanya gejalanya.” ujar beliau.

Terakhir, Pak Faza meminta setiap peserta untuk menemukan area kendali kita. Ini bertujuan untuk menyesuaikan apa yang bisa kita dan tidak bisa kontrol . “Gunakan matriks prioritas kerja dan dampak untuk memilih pekerjaan mana yang perlu segera dilakukan, ini amat perlu dalam pekerjaan.” pesan beliau. Ia melanjutkan, “Untuk mengatasi stres, manfaatkan hobi dan bersosialisasi dengan rekan kerja yang memiliki hobi yang sama. Kalian harus mampu belajar sendiri dengan cepat. Manfaatkan course-course yang ada dan harus mampu adopsi teknologi yang baru. Gabung dengan komunitas dan Meetup/forum untuk upgrade diri.” (FUM)

Pembekalan Computational Thinking oleh Ibu Dr. Ir. Inggriani Liem

Monday, 9 November 2020 - 17:12 Oleh Faiz Ushbah Mubarok

MALANG – Sabtu (3/10/2020), JTI Polinema menyelenggarakan webinar bertema “Pembekalan Computational Thinking” bagi mahasiswa baru Jurusan Teknologi Informasi. Pemateri dari acara ini yaitu Ibu Dr. Ir. Inggriani Liem, dosen senior Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sangat mumpuni di bidang ini. Acara dilaksanakan di hari Sabtu, 3 Oktober 2020 pada jam 08.00 WIB. Acara ini bertujuan sebagai persiapan untuk seluruh mahasiswa baru JTI Polinema tahun ajaran 2020/2021 dan ditayangkan secara streaming di Zoom dan channel YouTube JTI Polinema..

Acara dibuka oleh Sekretaris Jurusan Teknologi Informasi, Bapak Dr.Eng. Rosa Andrie Asmara tepat pada jam 08.30. Beliau memaparkan jika materi Computational Thinking amat diperlukan bagi para mahasiswa ke depan. Dimoderatori oleh Ibu Rohkimatul Wakhidah, S.Pd., M.T., Ibu Liem menjelaskan materi dengan memulai pembahasan tentang PISA, dan contoh penggunaan Computational Thinking. Perlunya topik ini juga terkait pada tiga level keterampilan berpikir yang meningkatkan pola pikir mahasiswa untuk pengembangan diri.

Pembekalan ini ditutup pada jam 12.00 WIB, setelah pemaparan dari pemateri selesai. Keberlanjutan dari webinar ini yaitu minggu berikutnya seluruh mahasiswa JTI Polinema diwajibkan mengikuti ujian Computational Thinking bersertifikat untuk peningkatan pengembangan diri dan standarisasi demi menjadi lulusan yang memenuhi kriteria lingkungan kerja. (FUM)

Pelatihan Pemanfaatan Teknologi untuk Memantau Tumbuh Kembang Balita oleh Tim PKM JTI Polinema

Wednesday, 21 October 2020 - 12:36 Oleh Faiz Ushbah Mubarok

 

Posyandu Rajawali merupakan salah satu kegiatan Kesehatan yang dilaksanakan oleh warga RW 06 Desa Tamanharjo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Posyandu ini   dengan dibantu tenaga kesehatan memantau tumbuh kembang balita di wilayah tersebut. Kegiatan pelayanan yang dilakukan di Posyandu setiap bulannya adalah penimbangan badan balita, imunisasi dan penyuluhan bagi orang tua balita. Fungsi kegiatan ini adalah untuk memantau pertumbuhan dan mendeteksi sedini mungkin apabila terjadi masalah pada pertumbuhan anak. 

Perkembangan anak di usia dini memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan seorang individu. Pada masa emas, pemantauan perkembangan balita secara teratur menjadi hal yang sangat penting untuk mendeteksi apakah terdapat penyimpangan dalam tumbuh kembang balita tersebut. Terdapat berbagai metode stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang balita telah dikembangkan oleh para ahli. Namun, Informasi tersebut belum banyak diketahui oleh para orang tua balita.

Seiring perkembangan teknologi informasi para orang tua tentunya membutuhkan solusi yang mudah, praktis, dan efisien untuk memantau perkembangan dan kesehatan balita. Penggunaan aplikasi mobile dapat digunakan sebagai solusi untuk orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah memprakarsai sebuah aplikasi digital yang dapat digunakan oleh para orang tua agar dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya melalui smartphone yang dimiliknya.

 

Hal ini mendorong Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Jurusan Teknologi Informasi untuk mengenalkan dan melatih orang tua di Posyandu Rajawali untuk menggunakan aplikasi digital sebagai sarana pemantauan tumbuh kembang dan Kesehatan balita. Dwi Puspitasari, S.Kom., M.Kom. selaku ketua tim bersama Mamluatul Hani’ah, S.Kom., M.Kom, Candra Bella Vista, S.Kom., M.T, Ika Kusumaning Putri, S.Kom., M.T., M.Sc., Wilda Imama Sabilla, S.Kom., M.Kom dan beberapa mahasiswa berharap Aplikasi PrimaKu dapat mempermudah orang tua di Posyandu Rajawali dalam memantau tumbuh kembang anak sejak dini secara berkala dan berkelanjutan.

Pada hari Sabtu, 22 Agustus 2020, tim Pengabdian Kepada Masyarakat mengadakan workshop pemanfaatan teknologi bagi orang tua balita dan kader di Posyandu Rajawali. Kegiatan ini diawali dengan pembekalan pengetahuan mengenai standar perkembangan balita. Langkah ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan keinginan orang tua balita untuk peduli dengan tumbuh kembang putra putri mereka. Acara dilanjutkan dengan pelatihan penggunan aplikasi pada smatphone. Pelatihan dilakukan mulai dari pengenalan aplikasi, cara registrasi dan bagaimana menggunakan aplikasi tersebut untuk memantau pertumbuhan, perkembangan dan Kesehatan balita. Workshop dilakukan secara daring mengingat himbauan pemerintah terkait physical distancing di masa pandemi COVID-19 ini.

 

Kembali Gandeng Ibu-Ibu Rumah Tangga di Pakisaji, Tim PkM Kemitraan JTI Polinema Memperkenalkan SAKTIPOL

Saturday, 3 October 2020 - 17:44 Oleh Faiz Ushbah Mubarok

MALANG – Kelompok PKM Kemitraan Jurusan Teknologi Informasi yang dikomandoi Mungki Astiningrum S.T, M.Kom yang beranggotakan Yuri Ariyanto, S.Kom, M.Kom, Dwi Puspitasari S.Kom, M.Kom, Atiqah Nurul S.Pd, M.Pd, dan Moch. Zawaruddin Abdullah, S.ST., M.Kom pada tahun ini kembali menggandeng kelompok usaha batik tulis Ron Tuwuh dan kelompok usaha bordir Prohandji Bordir. Kedua kelompok usaha ini merupakan kelompok usaha yang dianggotai ibu-ibu rumah tangga di Desa Pakisaji Kabupaten Malang.

Alasan kelompok usaha yang diketuai ibu Widji Walujati, S.T., MM ini dibentuk adalah untuk memberikan lapangan pekerjaan kepada ibu-ibu tersebut dan ternyata mendapatkan respon cukup baik dari masyarakat. Usaha yang bertempat di ruang serbaguna Balai Desa Pakisaji ini seringkali mendapatkan pesanan batik dari kantor-kantor dinas di kabupaten Malang. Karena minimnya sarana dan prasarana yang ada dan skill batik yang dimiliki (karena proses pembuatan batik dipelajari secara otodidak), maka pada tahun lalu dengan tim PKM Kemitraan yang sama mengadakan pelatihan pembuatan batik sekaligus memberikan bantuan perlengkapan pembuatan batik. Selain itu, untuk mempermudah desain batik, juga diadakan pelatihan mendesain batik dengan menggunakan aplikasi desain yang dibangun oleh mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi. Hasilnya, desain-desain batik yang dibuat menjadi lebih menarik dan produksi kain batik menjadi lebih efisien dan efektif.

Tahun ini, tim PKM Kemitraan yang sama kembali mengenalkan Sistem Informasi Akuntansi yang diberi nama SakTIPol (Sistem Akuntasi Jurusan Teknologi Informasi Polinema). Setelah produksi batiknya meningkat, kelompok tersebut memnutuhkan sistem pengelolaan data keuangan karena selama ini catatan keuangan masih dilakukan secara manual dengan menggunakan Microsoft Excel. Diharapkan dengan sistem yang dirancang oleh Moch. Zawaruddin Abdullah, S.ST., M.Kom ini, pengelolaan keuangan untuk merekam catatan keluar masuknya keuangan kelompok usaha tersebut menjadi jauh lebih baik. Selain itu, untuk mendukung operasional aplikasi tersebut, juga diberikan bantuan seperangkat komputer beserta printer. Adapun pelatihan diselenggarakan di Ruang Serba Guna Desa Pakisaji dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Sebagai bukti tim PKM ini juga perduli akan protokol kesehatan, tim ini juga memberikan bantuan berupa seperangkat alat pencuci tangan yang diberikan pada saat pelatihan berlangsung (ATQ).