Polinema Bantu TPQ Al-Ikhlas Ciptakan Pembelajaran Al-Qur’an yang Lebih Interaktif

Polinema Bantu TPQ Al-Ikhlas Ciptakan Pembelajaran Al-Qur’an yang Lebih Interaktif

06 Aug 2026 3 menit baca

MALANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar pelatihan pembuatan dan penggunaan alat peraga sederhana bagi para ustazah TPQ Al-Ikhlas, Kavling Depag, Lowokwaru, Kota Malang. Program ini ditujukan untuk membantu menciptakan pembelajaran Al-Qur’an yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan santri.

Kegiatan tersebut diketuai oleh Elok Nur Hamdana, S.T., M.T., dengan anggota Meyti Eka Apriyani, S.T., M.T.; Agung Nugroho Pramudhita, S.T., M.T.; Yoppy Yunhasnawa, S.ST., M.Sc.; Dr. Indra Dharma Wijaya, S.T., M.MT.; dan M. Hasyim Ratsanjani, S.Kom., M.Kom. Program melibatkan lima mahasiswa Polinema, yaitu Fiza Rahmatus Sholikha, Rifat Djibran, Kevin Marsha Hafish Adrika, Sharon Avrilunnajwa Sajidah, dan Yanuar Alda Baran. Dari pihak mitra, kegiatan dikoordinasikan bersama Ummu Khoiroh, S.Ag., selaku Koordinator TPQ Al-Ikhlas.

Gambar 1. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang bersama pengelola dan ustazah TPQ Al-Ikhlas.

Pelatihan dilaksanakan sebagai respons terhadap masih terbatasnya alat peraga dan fasilitas pendukung pembelajaran di TPQ Al-Ikhlas. Selain itu, penggunaan media pembelajaran oleh ustazah sebelumnya masih perlu dikembangkan agar penyampaian materi tidak hanya berpusat pada penjelasan lisan dan buku mengaji.

Kegiatan melibatkan enam ustazah dan 30 santri yang terbagi dalam tiga kelompok pembelajaran. Kelas Ali digunakan untuk santri jilid 1–3, Kelas Umar untuk jilid 4–6, sedangkan Kelas Al-Qur’an berfokus pada pembelajaran tartil, tahfidz, dan bacaan gharib.

Pelaksanaan program diawali dengan identifikasi kebutuhan mitra, dilanjutkan dengan penyampaian materi, demonstrasi, praktik pembuatan alat peraga, simulasi mengajar, penerapan media di kelas, dan evaluasi. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para ustazah tidak hanya belajar membuat media, tetapi juga berlatih menggunakannya dalam situasi pembelajaran yang menyerupai kondisi kelas sebenarnya.

Gambar 2. Ustazah TPQ Al-Ikhlas melakukan diskusi terkait dengan kebutuhan yang diperlukan.

Sebanyak 10 jenis alat peraga berhasil dikembangkan dan disesuaikan dengan materi pada masing-masing kelompok belajar. Media tersebut digunakan untuk membantu pengenalan huruf hijaiyah, harakat, tajwid, hafalan doa dan surat pendek, tahfidz, serta bacaan gharib.

Selain memberikan pelatihan, tim Polinema juga mendukung peningkatan fasilitas pembelajaran melalui penyediaan atau optimalisasi papan pembelajaran, meja mengaji, tongkat penunjuk, krayon gambar, dan buku mengaji. Fasilitas tersebut membantu ustazah menyampaikan materi secara lebih terarah sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi santri.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan ustazah setelah mengikuti program. Nilai rata-rata kemampuan peserta meningkat dari 2,96 sebelum pelatihan menjadi 4,58 setelah pelatihan. Alat peraga yang dikembangkan juga memperoleh nilai kelayakan 4,48 dari skala 5 atau 89,67 persen, sehingga masuk kategori sangat baik.

Sementara itu, tingkat keterlibatan santri selama pembelajaran menggunakan alat peraga mencapai rata-rata 80 persen. Seluruh santri terlibat langsung dalam penggunaan media, sedangkan perhatian dan antusiasme santri mencapai lebih dari 83 persen.

Gambar 3. Ringkasan hasil evaluasi kelayakan alat peraga, kemampuan ustazah setelah pelatihan, dan keterlibatan santri.

Ketua tim pengabdian, Elok Nur Hamdana, menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian alat dan fasilitas. Fokus utamanya adalah membangun kemampuan ustazah agar dapat membuat, menggunakan, dan mengembangkan media pembelajaran secara mandiri.

Melalui keterampilan tersebut, para ustazah diharapkan mampu menyesuaikan alat peraga dengan materi, usia, dan tingkat kemampuan santri. Media yang telah dihasilkan juga akan digunakan secara rutin dan dikembangkan kembali sesuai kebutuhan pembelajaran di TPQ Al-Ikhlas.

Pengelola TPQ turut berperan dalam menyediakan tempat, mengatur jadwal, mengoordinasikan peserta, serta memberikan masukan selama pelaksanaan dan evaluasi. Keterlibatan aktif mitra menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan program setelah pendampingan selesai.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Al-Ikhlas sekaligus menjadi contoh pemanfaatan alat peraga sederhana yang mudah dibuat, terjangkau, dan dapat diterapkan pada lembaga pendidikan Al-Qur’an lainnya.

Tautan Tersalin! Link artikel telah disimpan ke clipboard Anda.
Translate »