JTI Polinema Raih Juara 2 Nasional pada Kompetisi Budaya Go 2025 Kementerian Kebudayaan RI

JTI Polinema Raih Juara 2 Nasional pada Kompetisi Budaya Go 2025 Kementerian Kebudayaan RI

08 Dec 2025 2 menit baca

Malang, 8 Desember 2025 – Kompetisi Budaya Go 2025, ajang inovasi digital berskala nasional yang diprakarsai oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, resmi mencapai puncaknya pada grand final di Jakarta pada 5–8 Desember 2025. Program ini dirancang sebagai wadah kolaboratif bagi pelajar /mahasiswa dan juga kalangan profesional untuk menghadirkan solusi teknologi dalam upaya pelestarian budaya, sejalan dengan agenda digitalisasi warisan budaya yang sedang diperkuat pemerintah.

Tahun ini, kompetisi mencatat partisipasi luar biasa dengan lebih dari 600 proposal yang masuk dari berbagai provinsi di Indonesia. Melalui proses seleksi berlapis, jumlah tersebut disaring menjadi 225 proposal pada tahap pertama, kemudian dipersempit menjadi 100 proposal pada tahap kedua, hingga akhirnya dipilih 20 tim terbaik untuk berlaga pada babak grand final.

Rangkaian final turut dimeriahkan oleh Expo Karya Budaya Digital yang digelar di kawasan kreatif Pos Bloc Jakarta, menampilkan berbagai inovasi berbasis teknologi seperti kecerdasan buatan, realitas tertambah, hingga pelestarian budaya berbasis data. Expo ini terbuka untuk publik dan menjadi ruang apresiasi terhadap kreativitas generasi muda dalam mengembangkan ekosistem budaya yang inklusif.

Dalam kategori mahasiswa dan pelajar, Juara 1 diraih oleh peserta dari Universitas Indonesia, sedangkan Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Malang (JTI Polinema) berhasil meraih Juara 2. Tim dari JTI Polinema yang bertanding, bernama “25persen”, menghadirkan karya inovatif berjudul: SWARA ( Aplikasi Pemandu Museum Berbasis Artificial Intelligence dan Audio Augmented Reality untuk Pengalaman Budaya Inklusif bagi Penyandang Tunanetra ).

Aplikasi SWARA dikembangkan untuk menjawab kebutuhan inklusivitas dalam pengalaman museum, khususnya bagi pengunjung tunanetra. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan teknologi audio augmented reality, aplikasi ini mampu memberikan panduan berbasis suara yang menyesuaikan konteks ruang, objek, serta narasi budaya secara real time. Pendekatan ini sejalan dengan tren internasional yang mendorong museum lebih ramah bagi penyandang disabilitas, sekaligus mendukung transformasi digital sektor kebudayaan.

Tim pengembang terdiri dari lima mahasiswa JTI Polinema:

•Yefta Octavianus Santo (2341720110 / 3B)

•Dwi Ahmad Khairy (2341720073 / 3B)

•Abdullah Shamil Basayev (2341720166 / 3B)

•Noklent Fardian Erix (2341720082 / 3A)

•Rensi Meila Yulvinata (2341720201 / 3B)

Dengan pembimbing akademik Bapak M. Afif Hendrawan, tim ini berhasil meyakinkan dewan juri melalui pendekatan desain inklusif, orisinalitas teknologi, dan potensi implementasi di berbagai museum dan pusat kebudayaan nasional.

Atas keberhasilannya meraih posisi kedua terbaik di Indonesia, tim “25persen” berhak membawa pulang hadiah uang tunai senilai Rp45 juta. Capaian ini sekaligus memperkuat rekam jejak Polinema sebagai institusi vokasi yang aktif mendorong inovasi digital dan kontribusi nyata mahasiswa dalam isu pelestarian budaya.

Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengembangkan teknologi yang tidak hanya canggih secara teknis, namun juga berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Tautan Tersalin! Link artikel telah disimpan ke clipboard Anda.
Translate »