Malang, 11 November 2025 – Perkembangan dunia digital dan revolusi industri 4.0 menuntut Indonesia untuk memperkuat keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah (problem solving) di kalangan siswa. Berdasarkan hasil tes PISA(Programme for International Student Assessment), kemampuan siswa Indonesia dalam bidang sains, membaca, dan matematika masih jauh tertinggal dari negara-negara lainnya. Untuk itu, peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia sangat dibutuhkan, salah satunya melalui pengembangan keterampilan Computational Thinking (CT).
Politeknik Negeri Malang Bersama MGMP Informatika Kabupaten Malang berinisiatif untuk melatih guru-guru Informatika di wilayah tersebut dalam mengembangkan keterampilan berfikir komputasional, yang tidak hanya berguna bagi pengajaran di sekolah, tetapi juga untuk membantu siswa memecahkan masalah menggunakan teknologi. Melalui ipelatihan ini, diharapkan guru-guru dapat mengintegrasikan konsep CT dalam pengajaran mereka
Metode Pelaksanaan:
Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan sebagai berikut:
- Studi Lapangan: Mengumpulkan data mengenai pemahaman guru Informatika tentang Computational Thinking dan kebutuhan pelatihan.
- Pengembangan Materi dan LMS: Menyusun materi pelatihan yang sesuai dan membuat platform Learning Management System (LMS) untuk memfasilitasi pembelajaran daring.
- Pelaksanaan Pelatihan: Menyelenggarakan pelatihan tatap muka dan daring melalui LMS. Dalam pelatihan ini, guru-guru mempelajari prinsip-prinsip dasar CT dan cara mengimplementasikannya dalam pembelajaran di kelas.
- Evaluasi: Melakukan evaluasi pasca-pelatihan untuk mengukur keberhasilan pelatihan dan peningkatan kemampuan berpikir kritis guru.
Hasil Kegiatan :
Pelatihanyang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman guru tentang pentingnya Computational Thinking dan Teknik-teknik pemecahan masalah. Guru-guru yang mengikuti pelatihan melaporkan peningkatan dalam kemampuran mereka untuk mengajarkan konsep CT kepada siswa mereka. Platform LMS yang disediakan juga berfungsi sebagai sumber daya yang terus menerus dapat digunakan oleg guru untuk mengakses materi pelatihan dan memperdalam pemahaman mereka tentang CT.
Kesimpulan :
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil mencapai tujuannya untuk meningktakan keterampilan Computational Thinking guru Informatika di Kabupaten Malang. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru dapat lebih efektif dalam mengajarkan keterampilan berfikir kritis kepada siswa, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas Pendidikan di daerah tersebut. Program ini juga menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung pembelajaran di era digital, yang dapat di adopsi oleh lebih banyak daerah di Indonesia.
Experts agree that Adolescence affects every stage of childhood. By ensuring balance between care, education, and play, parents can give their children the foundation they need for success in later life. The topic of Adolescence highlights how important it is for parents to understand their child’s needs. Paying attention to nutrition, sleep, and learning environments can have a big impact on overall health and development.
.