Dalam rangka meningkatkan relevansi lulusan dengan perkembangan industri digital yang sangat dinamis, Jurusan Teknologi Informasi menyelenggarakan Workshop Tahunan Revitalisasi Kurikulum. Agenda penting ini mempertemukan jajaran akademisi internal dengan belasan praktisi serta pimpinan teknologi (CTO) dari berbagai perusahaan terkemuka tanah air.
Tujuan Utama Sinkronisasi
Kegiatan ini difokuskan pada perancangan kurikulum berbasis Project-Based Learning (PBL). Model ini memungkinkan mahasiswa belajar memecahkan studi kasus riil yang dialami oleh mitra industri langsung di dalam ruang kelas dengan bimbingan dosen dan mentor industri terkait.
"Kesenjangan kompetensi (skill gap) antara dunia kampus dan industri harus terus ditekan. Kurikulum baru JTI ini dirancang sangat fleksibel, mengadopsi tren teknologi terkini seperti AI Engineering, Cloud DevOps, dan Data Analytics." — Direktur Teknologi (CTO) Perusahaan Teknologi Finansial Mitra JTI
Topik Pembahasan Strategis
Terdapat tiga pilar utama yang dibahas secara intensif dalam sesi diskusi kelompok terpumpun (FGD) workshop kali ini:
- Integrasi Kecerdasan Buatan (AI): Penyusunan silabus pemograman dasar dan lanjut yang mulai menyisipkan metodologi prompt engineering serta pemanfaatan LLM secara bijak dan etis.
- Standarisasi Cloud Computing: Kesepakatan penyelarasan materi praktikum jaringan dengan sertifikasi global seperti AWS Academy dan Google Cloud Education.
- Metodologi Agile & Scrum: Penerapan simulasi kerja tim Scrum pada tugas proyek akhir mahasiswa untuk membiasakan mereka dengan workflow kolaborasi industri modern.
Rangkaian Lini Masa Agenda
Workshop kurikulum ini berlangsung secara hibrida selama dua hari penuh:
- Hari ke-1 (Sesi Panel Utama): Pemaparan tren serapan industri kerja oleh kementerian terkait dan presentasi masukan dari dewan penasihat industri JTI.
- Hari ke-2 (FGD Paralel Program Studi): Pemecahan forum ke dalam masing-masing prodi untuk merevisi daftar mata kuliah, deskripsi silabus, dan instrumen penilaian proyek mahasiswa.
Hasil dari revitalisasi kurikulum ini diharapkan dapat diimplementasikan sepenuhnya mulai tahun akademik ajaran baru semester ganjil mendatang demi melahirkan talenta digital yang siap berkontribusi langsung sejak hari pertama bekerja.