KMIPN 3 Segera Digelar, Simak Alur Pendaftaran dan Timeline Lomba Berikut Ini

MALANG – Setelah sempat tertunda setahun karena pandemi, Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) jilid 3 tahun 2021 akan segera digelar. Akhirnya, Politeknik Negeri Malang (Polinema) berkesempatan untuk menyelenggarakan gebyar event tahunan terbesar di dunia vokasi Indonesia. Bertemakan “Membangun SDM Unggul Melalui Inovasi dan Kreativitas di Bidang Informatika”, event KMIPN 2021 ini terdiri dari perlombaan di bidang TIK yang akan memunculkan inovasi-inovasi terbaru dari para mahasiswa Politeknik.

Kategori Lomba yang akan diselenggarakan:
– GAME DEV
– ANIMASI
– BISNIS TIK
– HACKATHON
– E-GOV
– INTERNET OF THINGS
– APLIKASI INOVASI
– KEAMANAN JARINGAN

Deadline pendaftaran tim dan submit proposal: 30 April 2021
Pedoman Perlombaan: https://intip.in/pedomankmipn3

Instagram : @kmipn3
Facebook : KMIPN Polinema
YouTube : KMIPN Polinema
Website : kmipn.polinema.ac.id
Email : kmipn@polinema.ac.id

Hingga berita ini dipublikasikan, tercatat ada 13 Politeknik seluruh Indonesia dan 110 tim yang telah mendaftar secara resmi dan terverifikasi.


Pelatihan Pemanfaatan Teknologi untuk Memantau Tumbuh Kembang Balita oleh Tim PKM JTI Polinema

 

Posyandu Rajawali merupakan salah satu kegiatan Kesehatan yang dilaksanakan oleh warga RW 06 Desa Tamanharjo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Posyandu ini   dengan dibantu tenaga kesehatan memantau tumbuh kembang balita di wilayah tersebut. Kegiatan pelayanan yang dilakukan di Posyandu setiap bulannya adalah penimbangan badan balita, imunisasi dan penyuluhan bagi orang tua balita. Fungsi kegiatan ini adalah untuk memantau pertumbuhan dan mendeteksi sedini mungkin apabila terjadi masalah pada pertumbuhan anak. 

Perkembangan anak di usia dini memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan seorang individu. Pada masa emas, pemantauan perkembangan balita secara teratur menjadi hal yang sangat penting untuk mendeteksi apakah terdapat penyimpangan dalam tumbuh kembang balita tersebut. Terdapat berbagai metode stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang balita telah dikembangkan oleh para ahli. Namun, Informasi tersebut belum banyak diketahui oleh para orang tua balita.

Seiring perkembangan teknologi informasi para orang tua tentunya membutuhkan solusi yang mudah, praktis, dan efisien untuk memantau perkembangan dan kesehatan balita. Penggunaan aplikasi mobile dapat digunakan sebagai solusi untuk orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah memprakarsai sebuah aplikasi digital yang dapat digunakan oleh para orang tua agar dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya melalui smartphone yang dimiliknya.

 

Hal ini mendorong Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Jurusan Teknologi Informasi untuk mengenalkan dan melatih orang tua di Posyandu Rajawali untuk menggunakan aplikasi digital sebagai sarana pemantauan tumbuh kembang dan Kesehatan balita. Dwi Puspitasari, S.Kom., M.Kom. selaku ketua tim bersama Mamluatul Hani’ah, S.Kom., M.Kom, Candra Bella Vista, S.Kom., M.T, Ika Kusumaning Putri, S.Kom., M.T., M.Sc., Wilda Imama Sabilla, S.Kom., M.Kom dan beberapa mahasiswa berharap Aplikasi PrimaKu dapat mempermudah orang tua di Posyandu Rajawali dalam memantau tumbuh kembang anak sejak dini secara berkala dan berkelanjutan.

Pada hari Sabtu, 22 Agustus 2020, tim Pengabdian Kepada Masyarakat mengadakan workshop pemanfaatan teknologi bagi orang tua balita dan kader di Posyandu Rajawali. Kegiatan ini diawali dengan pembekalan pengetahuan mengenai standar perkembangan balita. Langkah ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan keinginan orang tua balita untuk peduli dengan tumbuh kembang putra putri mereka. Acara dilanjutkan dengan pelatihan penggunan aplikasi pada smatphone. Pelatihan dilakukan mulai dari pengenalan aplikasi, cara registrasi dan bagaimana menggunakan aplikasi tersebut untuk memantau pertumbuhan, perkembangan dan Kesehatan balita. Workshop dilakukan secara daring mengingat himbauan pemerintah terkait physical distancing di masa pandemi COVID-19 ini.

 


CALL FOR PAPER – Jurnal Informatika Polinema Volume 7, Nomor 2, Februari 2021

Bagi Anda yang ingin menulis artikel dan ingin karyanya dipublikasikan, bisa menghubungi kami di Jurnal Informatika Polinema. Kami menerima naskah hasil penelitian di bidang (http://jip.polinema.ac.id/ojs3/index.php/jip/focus-and-scope):
1. Machine Learning
2. Information System
3. Computer Network and Security
Untuk diterbitkan pada, Volume 7, Nomor 2, Februari 2021
✅ Terakreditasi Sinta 4
✅ Indeks Google Scholar
✅ LIPI
✅ (ISSN Online 2407-070X dan ISSN Cetak 2614-6371 )
Info lebih lanjut silahkan mengunjungi halaman berikut ini http://jip.polinema.ac.id/ojs3/index.php/jip/submissions


Jalin kerjasama dengan Google, Bebras dan Dikbud Kota Malang, JTI Polinema laksanakan webinar “Menjadi Guru Penggerak Merdeka Belajar”

MALANG – Minggu (19/9/2020), JTI Polinema menyelenggarakan webinar bertajuk “Menjadi Guru Penggerak Merdeka Belajar Melalui Computational Thinking dalam Gerakan PANDAI” yang bekerja sama dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Bebras Indonesia, dan Google.Org. Webinar diikuti sebanyak 220 orang yang merupakan Guru SD dan SMP se Malang Raya. Acara ini berlangsung dari jam 08.30-12.00 dan ditayangkan secara streaming di Google Meet dan channel YouTube JTI Polinema.

Acara dibuka oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi, yaitu Bapak Rudy Ariyanto, S.T. M.Cs. tepat pada jam 08.30. Beliau menyebutkan Polinema sebagai sejak lama telah menjadi biro Bebras dan sangat mendukung program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yakni Merdeka Belajar. Berikutnya ada sambutan dari perwakilan Google.Org, Bapak Danny Ardianto, Ph.D. kepada bapak-bapak dan ibu-ibu guru peserta webinar. Garis besar yang dapat ditarik dari sambutan tersebut adalah mari bersama-sama untuk menggerakkan merdeka belajar dengan Computational Thinking (CT) melalui gerakan PANDAI sehingga Indonesia dapat bersaing secara global terhadap SDM yang Unggul yang tentunya ini perlu bantuan dari Bapak Ibu Guru sekalian.

Guru penggerak merupakan guru yang mampu menggerakkan ekosistem sekolah untuk mewujudkan peserta didik merdeka belajar dalam rangka mewujudkan pendidikan yang berpusat pada peserta didik. Guru penggerak merupakan guru tepilih yang nantinya akan menjadi mentor untuk memberikan dampak kepada lingkungan sekitar guru tersebut yaitu kelas, sekolah, MGMP hingga komunitas di sekitar. Saat ini. Malang merupakan salah satu bagian dari pilot project Guru Penggerak dan menjadi kota paling banyak pendaftar dengan total 1050 guru.

Gerakan PANDAI merupakan program yang diselenggarakan oleh Bebras Indonesia dan disponsori oleh Google.org. Lebih lanjut, gerakan ini memberikan pelatihan CT atau Computational thinking kepada guru-guru agar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Bebras Indonesia sebagai pelaksana gerakan PANDAI menghimpun relawan dosen dari Perguruan Tinggi di berbagai kota untuk melatih guru mengembangkan kemampuan CT siswa. Terdapat 4 Aspek CT yaitu Abstraction, Algorithm, Decomposition dan Pattern. Hal ini menekankan bagaimana siswa dapat membaca sebuah soal, berpikir cepat dan logis untuk menyelesaikan masalah atau menemukan solusi dari permasalahan tersebut. Meskipun CT menggunakan konsep informatika, namun pembuatan soal CT bisa diinterpretasikan di bidang-bidang lain. Acara berikutnya yakni merupakan menghimpun guru inti dan guru sasaran untuk gerakan PANDAI. Di webinar selanjutnya, akan diadakan workshop computational thinking untuk guru-guru yang telah mendaftar. (IDA/FUM)