Jalin Kerjasama dengan Shenyang University of Technology, JTI Polinema Terbangkan Empat Mahasiswa ke Tiongkok

MALANG – Empat mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi (JTI) Politeknik Negeri Malang (Polinema) telah berangkat ke negeri tirai bambu pada hari selasa (8/10/2019) kemarin, dalam rangka kerjasama antar kampus Polinema dan Shenyang University of Technology. Para mahasiswa tersebut yaitu Ambrosius Bimas Yudistira (TI-3H), Ikhlaashul Mu’aasyiqiin (TI-3H), Mike Vera Rotua Saragi (TI-3H), dan Nissa Auwliya Luth Dendy (TI-3H). Mereka menempuh gelar double degree (gelar ganda) setelah menyelesaikan empat semester di JTI Polinema. Keempat mahasiswa ini, nantinya akan menempuh dua tahun studi lanjut di Tiongkok.

Nissa, salah satu mahasiswa yang terpilih, menjelaskan jika program ini akan sangat bermanfaat demi masa depannya kelak. Lebih lanjut, ia memaparkan tentang bagaimana dirinya terpilih pada program gelar ganda ini, “Alhamdulillah, kami berempat terpilih setelah menempuh seleksi yang ketat di JTI. Awalnya, kami mendaftar terlebih dahulu di akhir semester empat kemarin. Lalu kami mengikuti tes TOEFL sebagai ketentuan awal, mengingat di Tiongkok nanti proses belajar mengajar akan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.” ujarnya.

Sementara itu tanggapan perwakilan dari JTI Polinema, ibu Eka Larasati Amalia, S.ST., M.T.,  mengemukakan jika dengan kolaborasi ini, mahasiswa bisa mengambil banyak manfaat bagi individu maupun untuk kampus. “Dengan adanya kerjasama ini, semoga para mahasiswa nanti bisa membagikan pengalaman dan ilmunya bagi jurusan dan teman sebayanya. Selanjutnya, semoga dengan double degree program ini, JTI Polinema bisa menambah kuota gelar gandanya keluar negeri tahun depan.” tutup dosen muda ini.


Luar Biasa! Tim JTI Polinema Borong 3 Piala dari Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KIMPN) 2019 di Politeknik Caltex Riau

MALANG– Sekali lagi, berita baik datang dari Jurusan Teknologi Informasi (JTI) Politeknik Negeri Malang (Polinema) di acara Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KIMPN) 2019 yang dilaksanakan di Politeknik Caltex Riau. Tercatat ada 21 Politeknik, yang terdiri dari 102 tim, dan 250 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti event tahunan KIMPN ini. JTI Polinema sendiri mengirim 22 total peserta dari delapan tim dan lima kategori.

Tim Imagineus dari JTI Polinema yang mendapat Juara 1 di bidang E-Government – Foto: Politeknik Caltex Riau

Dari delapan lomba yang dipertandingkan, perwakilan Polinema memenangkan tiga kategori di sektor E-Government, Keamanan Jaringan, dan juga Cipta Inovasi. Bidang E-Government memperoleh juara pertama dengan nama tim Imagineus yang dikomandoi oleh Roy Achmad Aziz, dan Yudistira Eka Putra. Tim ini dibimbing oleh bapak Dika Rizky Yunianto, S.Kom., M.Kom. yang juga seorang ahli dalam pengembangan teknologi informasi bagi pemerintahan. Lebih lanjut ia menjelaskan, ”Dalam kompetisi ini, kami mengintegrasikan data dinas pertanian, perikanan, peternakan untuk mengetahui ketersediaan pangan agar lebih mudah.” Dosen muda ini juga menambahkan, “Selain itu, kami juga memprediksi produksi setiap komoditas di tahun berikutnya.”

Tim GenerasiBaru-v1 JTI Polinema memperoleh peringkat kedua di bidang keamanan jaringan – Foto: Politeknik Caltex Riau

Sedangkan di bidang keamanan jaringan, tim GenerasiBaru-v1 menempati peringkat kedua dengan nama tim oleh pasangan Rahma Syndu Granata dan Riza Awwalul Baqy. Di kompetisi ini, pengujian diadakan pertandingan attack dan defense jaringan antar peserta. Kedua mahasiswa JTI Polinema ini memang terkenal cukup unggul dalam bidang network security, sehingga atas kinerjanya mereka bisa memenangi kompetisi ini. Di bidang Cipta Inovasi, perwakilan JTI Polinema meraih juara ketiga dengan atas nama tim Barokah Crew yang terdiri dari Anggarda Bayu, Kiki Rizka Abdullah, dan Sahabul Ashfari. Tim yang dibimbing oleh bapak Muhammad Afif Hendrawan, S.Kom., M.T. ini mengembangkan konsep autentikasi memanfaatkan gelombang otak.

Tim Barokah Crew mendapat juara ketiga di sektor cipta inovasi – Foto: Politeknik Caltex Riau

“Gelombang otak digunakan untuk login atau autentikasi pengganti password atau sidik jari.“ kata Afif. Pengaplikasian gelombang otak ini merupakan ranah baru di bidang autentikasi selain penggunaan biometrics. “Kami sadar jika iris scanner, face recognition, juga fingerprint sudah sering diaplikasikan. Namun, di sini kami menggunakan gelombang otak ini sebagai cara lain untuk diterapkan dalam high value asset seperti membuka ruangan rahasia ataupun akses tertentu dalam gedung yang membutuhkan autentikasi khusus.”

Dengan pencapaian luar biasa ini, Jurusan Teknologi Informasi sekali lagi mengharumkan nama Politeknik Negeri Malang di kancah nasional. Semoga ke depannya JTI bisa mengepakkan sayapnya menuju kompetisi di jenjang internasional. (FUM)


Seminar Informatika Aplikatif (SIAP) V Tahun 2019 dilaksanakan di Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Malang

MALANG – Jurusan Teknologi Informasi (JTI) Politeknik Negeri Malang mengadakan Seminar Informatika Aplikatif (SIAP) pada hari Jumat, 23 Agustus 2019 dengan mengusung tema “Sistem Cerdas pada Riset Terapan untuk Teknologi yang Adaptif, Aman, Hemat Energi, dan Ramah terhadap Lingkungan”. Di tahun kelimanya ini, seminar diikuti oleh 137 mahasiswa JTI jenjang D3 Manajemen Informatika dan D4 Teknik Informatika. SIAP bertujuan untuk memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk presentasi mengenai tugas akhir dan skripsi masing-masing. Acara ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pagi dan sesi siang. Dimoderatori oleh Bapak Hendra Pradibta, SE., MSc, acara di sesi pagi diisi oleh dua dosen Teknologi Informasi, yaitu Ibu Dwi Puspitasari, S. Kom, M. Kom dan Bapak Gunawan Budi Prasetyo ST., MMT., Ph.D yang menyajikan materi berbeda. Sedangkan pada sesi siang, dibuka sesi paralel bagi mahasiswa jenjang D4 untuk mengemukakan artikel-artikelnya dan juga mahasiswa D3 untuk memamerkan karya mereka.

Kegiatan Seminar Informatika Aplikatif (SIAP) V di Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Malang  – Dokumen Pribadi JTI Polinema

Pada sesi pagi, Pak Gunawan menyampaikan bidang Artificial Intelligence (AI) dalam presentasinya. Dosen lulusan S3 University of Southampton ini menjelaskan jika AI bisa diaplikasikan pada banyak hal yang bisa membantu manusia. Salah satunya, penerapan AI yang digunakan untuk menjaga suhu aki mobil agar tidak membeku di saat musim dingin tiba. Selain itu, beliau juga menyampaikan beberapa contoh Internet of Things (IoT) yang banyak terinspirasi dari AI. Mulai dari remote kontrol penghangat ruangan rumah, juga lampu dan listrik yang bisa diatur dari jarak jauh. Selanjutnya, Bu Dwi menyajikan materi mengenai Digital Image Processing (DIP) sebagai salah satu pengaplikasian dari bidang TI. Ibu dari tiga orang anak ini presentasi tentang pengalamannya ketika hamil dan menjadikan ultrasonografi (USG) yang bisa dipelajari mengenai garis dan bentuknya. Dosen lulusan ITS ini juga membuka kesempatan lebar-lebar untuk para mahasiswa yang ingin belajar materi dan pengaplikasian DIP lebih lanjut.

Para dosen beserta peserta Seminar Informatika Aplikatif – Dokumen Pribadi JTI Polinema

Pada sesi siang, tercatat ada 10 ruang yang diperuntukkan bagi mahasiswa jenjang D4 Teknik Informatika untuk menyampaikan materi. Tercatat ada 123 artikel yang disajikan oleh mahasiswa dan diterbitkan secara online di Jurnal TI. Setelah presentasi, mereka mendapat sertifikat sebagai pemakalah di akhir acara. Sedangkan bagi mahasiswa D3 Manajemen Informatika, laporan akhir dengan hasil poster dalam bentuk X banner yang dipajang di sekitar ruangan seminar. Ketua Panitia SIAP V, Bapak Ekojono, ST., M.Kom mengemukakan “Semoga dengan adanya SIAP di tahun kelima ini, diharapkan bisa membuat para mahasiswa bisa paham tentang pentingnya riset dalam konteks Teknologi Informasi. Selain itu, semoga dosen JTI Polinema lebih giat lagi dalam meneliti dan berkontribusi bagi negara dalam bidang TI ke depannya.” tutupnya. (FUM)


Penutupan Digital Talent Scholarship 2019 di Politeknik Negeri Malang oleh Pembantu Direktur IV

Malang– Kegiatan Digital Talent Scholarship (DTS) 2019 dengan program Vocational School Graduate Academy (VSGA) yang berlangsung selama 18 hari di Jurusan Teknologi Informasi (JTI) Politenik Negeri Malang (Polinema) berakhir dan secara resmi ditutup pada hari Rabu, 31 Juli 2019. Kegiatan ini ditutup oleh Pembantu Direktur Bidang IV, Bapak Dr. Luchis Rubianto, LRSC., MMT, di Aula Pertamina Polinema. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kemenkominfo Surabaya Ibu Putri Pradnyawidya Sari, sebagai Peneliti Muda Kemenkominfo Surabaya, ditemani oleh Bapak Suhartono, selaku Bendahara BPSDMP Kemenkominfo Surabaya, dan M Bobby Rahman, S.H., selaku Staff Pengembangan SDM dari institusi yang sama.

Penyerahan Cinderamata kepada Perwakilan Kemenkominfo oleh Bapak Dr. Luchis Rubianto, LRSC., MMT, selaku Pembantu Direktur Bidang IV Polinema. 

VSGA menawarkan empat skema pelatihan yang terdiri dari Junior Mobile Programmer, Intermediate Animator, Junior Graphic Designer, dan Junior Network Administrator. Pelatihan yang didanai Kominfo dan bekerjasama dengan Jurusan Teknologi Informasi Polinema kali ini bertujuan menberikan kesempatan kepada lulusan SMK yang belum bekerja agar mendapatkan skill semumpuni teknisi bidang TIK. DTS 2019 diharapkan bisa mencetak lulusan yang berbakat dalam bidangnya, yaitu bidang TIK.

Jumlah peserta yang terdaftar di Polinema ini termasuk yang terbesar di seluruh Indonesia. Jumlah peserta terdaftar pada awal kegiatan adalah 312 peserta dengan jumlah skema Network 97 orang, Animator26 orang, Graphic Designer75 orang, dan skemaMobileyang terbanyak pesertanya sejumlah 114 orang. Pada akhir kegiatan DTS 2019 ini sejumlah 249 orang peserta aktif (Network: 74, Animator: 22 orang, Graphic Designer: 57 orang, dan Mobile: 96 orang) yang mengantongi kualifikasi untuk mengikuti ujian Sertifikasi LSP P3 dengan lokasi ujian di Laboratorium Jurusan Teknologi Informasi, Gedung Teknik Sipil Lantai 6-7 Politeknik Negeri Malang.

Para peserta dari empat skema beserta instruktur pada acara Penutupan DTS 2019 Kominfo – Polinema.

Ditanya mengenai kesan selama mengikuti DTS 2019, Aisyatush Shofiyah (18 tahun), salah seorang peserta yang tergabung dalam skema Junior Mobile Programmermengatakan, “Saya berharap mendapatkan ilmu, bimbingan serta pengalaman dengan mengikuti program beasiswa DTS 2019 dan secara keseluruhan menurut saya sudah sesuai dengan apa yang saya harapkan.”

Lebih jauh lagi Aisyah mengatakan bahwa banyak sekali manfaat yang didapatkan, seperti ilmu seputar pemrograman Android, pengalaman mendapatkan trainingdari banyak instruktur yang luar biasa, mendapatkan banyak inspirasi dan informasi dari cerita pengalaman hidup para instruktur, selain mendapatkan teman baru. Menurutnya saat yang paling seru adalah ketika instruktur sharing mengenai pengalaman mereka.

Penyerahan sertifikat kominfo secara simbolis bagi para peserta oleh Pembantu Direktur Bidang IV di acara Penutupan DTS 2019 Kominfo – Polinema.

Acara penutupan sendiri berlangsung cukup meriah. Selain laporan yang disampaikan Ketua Pelaksana Kegiatan DTS 2019, Bapak Rudy Ariyanto, ST., M.Cs., disajikan pula pemutaran video kegiatan DTS 2019 yang berlangsung selama 18 hari pada setiap skema, pemutaran video project terbaik dari skema Intermediate Animator, dan pada akhir acara peserta mendapatkan sertifikat pelatihan dan uang saku. [FRU/Foto: SSS]